Warga Iran dihimbau untuk tidak keluar rumah.

Hujan hitam telah melanda Iran. Fenomena ini menyebabkan masalah pernapasan dan luka bakar kimia, lapor tulis MIR 24.
Setelah tentara Israel membom fasilitas penyimpanan minyak, hidrokarbon beracun, oksida sulfur, dan senyawa nitrogen dilepaskan ke udara.
Hujan asam disertai bau kimia yang menyengat. Curah hujan semacam ini dapat menyebabkan luka bakar, sakit kepala, iritasi kulit dan mata, serta kesulitan bernapas. Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia meningkatkan risiko kanker.
“Hujan hitam dan hujan asam yang menyertainya memang menimbulkan risiko bagi penduduk, terutama bagi sistem pernapasan. Tentu saja, tingkat keasamannya akan bergantung pada kondisi spesifik. Kami sedang berhubungan dengan rumah sakit dan otoritas Iran. Mereka telah mendesak masyarakat untuk tetap tinggal di rumah,” kata juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia, Christian Lindmeier.
Sebelumnya pasukan Israel dilaporkan telah merusak beberapa fasilitas penyimpanan minyak di Teheran dan Alborz. Kantor berita Fars Iran juga melaporkan serangan terhadap tiga depot minyak di Kuhak, Shahran, dan Karaj.
Iran bukanlah satu-satunya negara yang dalam bahaya—awan beracun itu juga mengancam negara-negara tetangga. Angin dapat mendorongnya ke arah Asia Tengah dan Tiongkok. Ancaman potensial juga mengintai Kazakhstan, Uzbekistan, dan Kyrgyzstan.
