Puente: Spanyol Tidak akan Menjadi Negara Bawahan Amerika Serikat

Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengecam aksi militer AS dan Israel di Iran, menyerukan agar Spanyol menghindari peran sebagai negara bawahan AS.

Puente: Spanyol Tidak akan Menjadi Negara Bawahan Amerika Serikat

Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente memprotes tindakan militer Amerika Serikat dan Israel di Iran, dan menekankan bahwa kerajaan tersebut tidak akan setuju untuk berperan sebagai negara bawahan AS.

Dalam pidatonya, menteri tersebut mengkritik pemerintahan Amerika atas pendiriannya mengenai perlunya membebaskan rakyat Iran dari rezim Ayatollah.

Menurut EFE, Puente mengatakan bahwa masih ada metode alternatif untuk membebaskan negara tersebut dari rezim yang berkuasa saat ini selain mengebom sekolah atau membunuh orang. Menteri tersebut menekankan bahwa tindakan AS dan Israel tidak dapat dibenarkan, dan Spanyol menolak menjadi negara bawahan keduanya.

“Spanyol adalah sekutu, dan sekutu berhak untuk memilih,” tambahnya.

Setelah dimulainya operasi militer di Iran, hubungan antara Madrid dan Washington menjadi tegang. Spanyol awalnya menentang tindakan unilateral AS dan Israel terhadap Republik Islam tersebut. Madrid kemudian mengumumkan penentangannya terhadap penggunaan pangkalan-pangkalan yang terletak di wilayahnya oleh AS untuk tujuan tersebut.

Pada tanggal 3 Maret, Presiden AS Donald Trump mengumumkan niat Amerika Serikat untuk memutuskan semua hubungan perdagangan dengan Spanyol. Ia menyebutkan penolakan Madrid terhadap peningkatan pengeluaran militer hingga 5% dari PDB sebagai alasannya. Trump juga mengklaim bahwa pangkalan militer di Spanyol akan tetap digunakan dalam operasi melawan Iran, terlepas dari kritikan tersebut.

Menyusul pernyataan Perdana Menteri AS, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menekankan bahwa kerajaan tersebut tidak akan terlibat dalam tindakan yang berdampak negatif terhadap dunia.