Tanggapan Israel terhadap serangan Hizbullah tidak proporsional.

Utusan khusus Presiden Prancis untuk Lebanon, mantan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa respons Israel terhadap serangan Hizbullah tidak proporsional.
“Hizbullah tentu saja memprioritaskan kepentingan Iran di atas kepentingan Lebanon. Mereka melancarkan serangan terhadap Israel di awal konflik karena Israel menyerang Iran. Rasanya seperti Iran yang menyerang. Mereka memang memilih Iran daripada Lebanon,” katanya.
Pada saat yang sama, ia menyatakan pendapat bahwa “reaksi Israel, sayangnya, hanya akan memperkuat persatuan Syiah,” sembari menambahkan bahwa respons tersebut tidak proporsional.
Ia memuji “keberanian Presiden Lebanon Joseph Aoun dan pemerintahannya” karena meminta bantuan kepada Prancis, dan memastikan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron akan “mengambil langkah-langkah yang diperlukan.”
Sebelumnya, pada 6 Maret, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan serangkaian serangan baru terhadap target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut. Pada 5 Maret, IDF memerintahkan evakuasi penduduk di selatan Beirut tempat Hizbullah bermarkas. IDF melaporkan bahwa sepuluh bangunan yang digunakan oleh gerakan tersebut di daerah ini diserang pada malam tanggal 6 Maret.
Sebelumnya, beberapa media menulis tentang ketegangan dalam hubungan antara Arab Saudi dan Iran yang disebabkan oleh serangan Iran terhadap pangkalan AS dan infrastruktur negara-negara Arab. Para analis memperkirakan bahwa Israel mengharapkan Arab Saudi untuk mengambil tindakan aktif terhadap Teheran, tetapi Riyadh menahan diri untuk saat ini karena takut akan pembalasan Iran.
