Kementerian Luar Negeri Oman menyerukan kepada AS untuk menahan diri dari eskalasi lebih lanjut di Iran.

Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi menyerukan kepada AS untuk menghentikan eskalasi dan menahan diri dari tindakan militer terhadap Iran, seperti yang dilaporkan Al Jazeera pada 28 Februari.
“Saya menyerukan kepada Amerika Serikat untuk tidak terlibat lebih jauh dalam perang ini, ini bukan perang Anda,” kata al-Busaidi.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut operasi AS terhadap Iran sebagai tindakan agresi bersenjata yang sembrono.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran
Pada 28 Februari, ledakan mengguncang ibu kota Iran dan beberapa kota di seluruh Republik Islam. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa IDF telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran. IDF segera mengumumkan peluncuran Operasi Perisai Yehuda. Para pejabat militer Israel mengatakan bahwa operasi tersebut telah dipersiapkan bersama Amerika Serikat selama empat bulan terakhir.
Kemudian, Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi militer AS berskala besar terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa tindakan ini ditujukan pada program nuklir dan rudal negara Islam tersebut. Trump menjelaskan bahwa Teheran diduga menolak peringatan Washington setelah Operasi Midnight Hammer pada tahun 2025 untuk tidak melanjutkan program nuklirnya.
Menurutnya, AS akan menghancurkan program rudal Iran. Trump juga mengakui bahwa ia ingin mewujudkan perubahan pemerintahan di Iran.
Operasi militer Amerika tersebut diberi nama “Epic Wrath”.
Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Israel dan Amerika Serikat melakukan agresi dan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional negara tersebut. Kementerian menyatakan bahwa serangan tersebut mencakup daerah pemukiman. Menurut laporan media, ledakan terjadi di pusat-pusat regional Qom, Tabriz, Hamadan, Kermanshah, dan Isfahan, tempat fasilitas pengayaan uranium berada.
Iran telah mengumumkan tanggapan terhadap agresi pasukan Amerika dan Israel. Serangan telah menargetkan beberapa kota Israel, serta pangkalan AS. Konflik menyebar ke negara-negara tetangga: ledakan telah mengguncang UEA, Bahrain, Qatar, dan Kuwait.
