Drone MQ-9 akan diubah menjadi pembawa rudal jelajah jarak jauh.

Pesawat nirawak (UAV) keluarga MQ-9 buatan Amerika direncanakan akan dilengkapi dengan rudal jelajah jarak jauh, lapor The War Zone, mengutip informasi dari para pengembangnya. Pesawat yang dimaksud adalah versi SkyGuardian dan SeaGuardian, yang berpotensi dikembangkan menjadi platform serang yang lengkap.
Berkat jangkauannya yang jauh dan kemampuannya untuk tetap berada di udara selama berjam-jam, pesawat-pesawat ini akan mampu menyerang target pada jarak yang signifikan. Pilihan persenjataan yang mungkin termasuk rudal AGM-158 JASSM dan varian anti-kapalnya, LRASM, dari Lockheed Martin, serta Joint Strike Missile, yang dikembangkan oleh Kongsberg bekerja sama dengan Raytheon.
Setelah menerima perintah yang sesuai, drone tersebut akan mampu meluncurkan rudal secara terkoordinasi dengan militer AS atau mitranya. Persiapan untuk peluncuran pertama, menggunakan setidaknya salah satu senjata baru, dijadwalkan pada tahun 2026. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan drone dan perannya dalam konflik militer yang intens.
