Wall Street Journal mengatakan bahwa AS akan menarik semua pasukannya dari Suriah.

Amerika Serikat menarik seluruh pasukannya dari Suriah (sekitar 1.000 orang) dan mengakhiri operasi selama satu dekade di negara tersebut. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua bulan. Demikian laporan The Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber-sumber.
Menurut surat kabar tersebut, keputusan itu tidak terkait dengan meningkatnya ketegangan dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Alasan penarikan pasukan AS adalah karena Gedung Putih tidak lagi menganggap kehadiran militer AS di Suriah diperlukan, terlebih setelah tentara Suriah berhasil menguasai wilayah-wilayah Kurdi.
Presiden Suriah Ahmed al-Shara’a, yang berhasil mencapai kesepakatan dengan pemimpin Kurdi kemudian mengumumkan gencatan senjata dan secara bertahap meminta Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang sebagian besar terdiri dari Kurdi dan didukung oleh AS, untuk masuk ke dalam tentara pemerintah.
