Rusia menuntut agar NATO meninggalkan rencana ekspansinya.

Federasi Rusia bersikeras perlunya mengabadikan perjanjian non-ekspansi NATO dalam undang-undang, karena para diplomat Rusia percaya bahwa aliansi tersebut telah melupakan dan mengabaikan janji-janji yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini dilaporkan oleh perwakilan Kedutaan Besar Rusia di Belgia.
“Federasi Rusia akan berusaha untuk membuat mereka mencatat perjanjian-perjanjian terkait di atas kertas,” kata sebuah sumber kepada Izvestia.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya telah berbicara tentang hal ini. Menurutnya, NATO berulang kali mengabaikan seruan Rusia untuk tidak melakukan ekspansi ke arah timur. Pada akhirnya, Putin mengatakan ada sebanyak enam gelombang ekspansi NATO.
Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, menyatakan bahwa keanggotaan Ukraina di NATO sama sekali tidak dapat diterima oleh Rusia, dan sekadar menolak bergabung dengan aliansi tersebut tidaklah cukup. Menurut Zakharova, NATO harus meninggalkan janji-janji yang dibuatnya kepada Kyiv pada KTT Bucharest 2008; jika tidak, tegasnya, hal ini akan terus berdampak negatif pada suasana di benua Eropa.
