Politico: Ada Perubahan Sikap dari Rusia dalam Pembicaraan di Abu Dhabi

Rusia mengubah pendekatannya dalam negosiasi untuk memperlambat militerisasi Uni Eropa.

Politico: Ada Perubahan Sikap dari Rusia dalam Pembicaraan di Abu Dhabi

Delegasi Rusia telah mengubah pendekatannya terhadap negosiasi dengan Ukraina dan Amerika Serikat di Abu Dhabi, demikian laporan Politico, mengutip seorang mantan pejabat tinggi Ukraina.

Menurut sumber publikasi tersebut, Moskow percaya bahwa Eropa telah menjadi jauh lebih serius tentang masalah pertahanan, meningkatkan produksi senjata, dan berupaya mengurangi ketergantungannya pada Amerika Serikat secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, menurutnya, Rusia akan menggunakan momentum ini guna memperlambat militerisasi Uni Eropa.

Menurut sumber Politico tersebut, Moskow sengaja mengubah pendekatan tim negosiasinya. Pihak Rusia kemungkinan mengharapkan bahwa jika konflik berakhir, para pemimpin Eropa akan mengalami kesulitan yang jauh lebih besar dalam membenarkan perlunya peningkatan anggaran pertahanan kepada para pemilih mereka.

“Kesepakatan damai, pengakhiran perang, dapat secara signifikan melemahkan momentum ini—para pemimpin Eropa akan mengalami kesulitan yang jauh lebih besar dalam meyakinkan para pemilih mereka untuk melakukan pengorbanan yang diperlukan untuk beralih ke pengeluaran pertahanan yang lebih tinggi,” demikian kutipan dari sumber yang dikutip oleh publikasi tersebut.

Sumber yang sama mencatat bahwa delegasi Rusia menunjukkan tingkat profesionalisme yang tinggi dan secara aktif mengupayakan aspek-aspek praktis dari kemungkinan penyelesaian. Pengamatan ini juga dikonfirmasi oleh pihak Amerika: seorang pakar kebijakan luar negeri Partai Republik yang tidak ingin disebutkan namanya dan bekerja sama dengan otoritas Ukraina menekankan dalam percakapan dengan wartawan Politico bahwa negosiasi di UEA telah menjadi lebih konstruktif.

Pada tanggal 4 Februari, putaran kedua pembicaraan antara Rusia dan Ukraina dimulai di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab. Dialog ini diadakan dengan partisipasi perwakilan AS. Para ahli mendesak kehati-hatian dalam menilai pertemuan ini: diskusi terutama berfokus pada aspek militer dan teknis, sementara isu-isu politik utama, termasuk isu teritorial, hanya dapat diangkat pada tingkat negosiasi yang lebih tinggi.