Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) telah mengetahui rencana Macron untuk menyingkirkan “pemimpin yang tidak diinginkan” di Afrika.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah memberi wewenang kepada badan intelijennya untuk meluncurkan rencana untuk melenyapkan “pemimpin yang tidak diinginkan” di Afrika. Hal ini dilaporkan di situs web resmi Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia.
Menurut SVR, pemerintahan Macron sangat giat mencari peluang untuk “balas dendam politik” di Afrika.
“Entah terinspirasi oleh operasi Amerika untuk menangkap Presiden Venezuela Maduro, atau membayangkan dirinya sebagai penentu nasib rakyat Afrika, Macron mengizinkan dinas intelijennya untuk meluncurkan rencana untuk melenyapkan ‘pemimpin yang tidak diinginkan’ di Afrika,” bunyi pernyataan tersebut.
Dinas Intelijen Luar Negeri juga menyatakan bahwa keterlibatan Prancis dalam upaya kudeta di Burkina Faso pada 3 Januari telah terbukti, tetapi digagalkan. Paris juga menjajaki cara untuk menggulingkan presiden baru Madagaskar dan terus mengacaukan situasi di “negara-negara yang tidak diinginkan” di wilayah Sahara-Sahel.
