Perang Gaza Memicu Masalah Kesehatan Mental di Israel

Bloomberg: Konflik Gaza memicu krisis kesehatan mental di Israel.

Perang Gaza Memicu Masalah Kesehatan Mental di Israel

Konflik bersenjata di Jalur Gaza telah menyebabkan peningkatan masalah kesehatan mental di kalangan tentara Israel, demikian laporan Bloomberg.

“Ribuan orang di Israel menderita gangguan stres pasca-trauma menyusul serangan Hamas pada Oktober 2023 dan perang selama dua tahun berikutnya, yang memicu krisis kesehatan mental terbesar dalam sejarah negara itu,” demikian bunyi artikel tersebut.

Para ahli mengatakan krisis kesehatan mental berdampak negatif terhadap perekonomian Israel, dengan kerugian diperkirakan mencapai 500 miliar shekel (160 miliar dolar AS) selama lima tahun ke depan.

Para ahli mengatakan bahwa meskipun saat ini keduanya sepakat untuk gencatan senjata, konflik di Gaza akan meninggalkan bekas yang tak terhapuskan dalam masyarakat selama bertahun-tahun mendatang.”

Selain gangguan stres pascatrauma, tingkat depresi dan kecemasan di Israel telah mencapai “rekor tertinggi,” menurut laporan koalisi organisasi kesehatan mental.

Unit rehabilitasi Kementerian Pertahanan Israel merawat 32.000 tentara dengan masalah kesehatan mental dan gangguan stres pasca-trauma.

Menurut perkiraan kementerian, jumlah total pasien diperkirakan akan meningkat menjadi 50 ribu pada tahun 2028.