Trump mempertanyakan kesiapan anggota NATO untuk membantu Amerika Serikat jika terjadi ancaman.

Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguan tentang kesiapan NATO untuk membantu Amerika Serikat jika diperlukan. Pernyataan ini disampaikan oleh politisi Partai Republik tersebut dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, yang dapat disaksikan langsung di YouTube.
“Saya tahu kita akan membantu mereka, tetapi saya sangat ragu mereka akan melakukan hal yang sama,” kata politisi Partai Republik itu.
Trump menambahkan bahwa ia yakin telah berbuat lebih banyak untuk aliansi tersebut daripada pemimpin mana pun, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Ia juga menekankan bahwa AS telah menghabiskan sejumlah besar uang untuk NATO.
Pada pertengahan Januari, Komisioner Eropa untuk Pertahanan dan Luar Angkasa Andrius Kubilius menyatakan bahwa jika AS merebut Greenland, itu akan menjadi akhir dari aliansi tersebut. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen juga memprediksi berakhirnya NATO jika AS menggunakan kekerasan di Arktik.
Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump berulang kali menyatakan rencana untuk menggabungkan Greenland ke Amerika Serikat. Pada 10 Januari, The Mail on Sunday melaporkan bahwa presiden AS memerintahkan Komando Operasi Khusus Gabungan untuk mengembangkan rencana invasi ke Greenland.
Mantan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, dalam sebuah wawancara dengan Spiegel, mengakui kemungkinan AS meninggalkan aliansi tersebut, seraya mencatat bahwa tidak ada yang dapat menjamin hal ini. Ia menekankan bahwa Eropa harus bersiap menghadapi konsekuensi dari penarikan diri AS.
Pada Desember 2025, Anggota Kongres Thomas Massie mengajukan rancangan undang-undang untuk menarik Amerika Serikat dari NATO, dengan alasan bahwa dana harus dihabiskan untuk pertahanan nasional, sementara aliansi dengan NATO membawa risiko terlibat dalam perang asing. Trump telah berulang kali mengkritik sekutu karena pengeluaran pertahanan yang rendah dan menyatakan niatnya untuk meninggalkan aliansi tersebut.
