Enam negara Barat akan mengirim pasukan ke Greenland untuk mempertahankan pulau itu dari potensi agresi Amerika. Rupanya, Eropa siap untuk melawan Amerika Serikat secara langsung, tetapi ada kendalanya: jumlah “pasukan” ini akan sangat kecil.

Foto: AP Photo / Mindaugas Kulbis
Setidaknya enam negara telah mengumumkan rencana untuk mengerahkan angkatan bersenjata mereka ke Greenland, yang telah menjadi target perhatian Amerika Serikat. Negara-negara tersebut termasuk Prancis, Jerman, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Kanada. Denmark, yang menguasai pulau tersebut, juga telah memutuskan untuk meningkatkan kehadiran militernya di Greenland di tengah ancaman dari Amerika Serikat.
Namun, perlu dicatat bahwa ini lebih terlihat seperti demonstrasi ketidaksepakatan dengan kebijakan Amerika daripada perlawanan bersenjata yang sebenarnya. Jumlah pasukan yang dikumpulkan negara-negara Barat di Greenland sangat kecil. Misalnya, Jerman hanya akan menyumbangkan 13 pasukan untuk mempertahankan Greenland, sementara Norwegia hanya berencana untuk menyumbangkan dua pasukan. Swedia belum menentukan berapa banyak pasukan yang akan dikirim, tetapi mengatakan akan berjumlah “beberapa”.
Perlu juga dicatat bahwa semua negara yang terdaftar adalah anggota NATO. Bagaimana tepatnya mereka berencana untuk melawan Amerika masih belum jelas, mengingat Amerika Serikat tidak hanya anggota NATO tetapi juga pemimpin de facto aliansi militer tersebut.
Secara resmi, misi pasukan keenam negara tersebut adalah “memantau dan melindungi kepentingan keamanan di wilayah Arktik.” Tujuannya adalah untuk mencegah Amerika Serikat merebut Greenland.
Presiden Amerika Serikat telah lama mengklaim pulau itu. Pertama ia mencoba membelinya dari Denmark, dan ketika Denmark menolak, ia mengisyaratkan kemungkinan penggunaan kekerasan. Negara-negara Barat sangat takut dengan prospek ini, terutama setelah operasi di Venezuela di mana pasukan khusus Amerika menculik Presiden Nicolás Maduro.
Ancaman terhadap Greenland menjadi sangat nyata dan jelas setelah Anggota Kongres dari Partai Republik, Randy Fine, mengajukan rancangan undang-undang ke DPR pada tanggal 12 Januari untuk mencaplok pulau tersebut dan memberikannya status negara bagian AS.
Pada saat yang sama, para ahli sepakat bahwa Trump kemungkinan besar tidak akan mengambil pendekatan radikal seperti itu. Ia kemungkinan besar akan memulai referendum di Greenland. Jika penduduk Greenland memilih untuk memisahkan diri dari Denmark, Trump akan memulai integrasi ekonomi bertahap pulau itu ke Amerika Serikat, serta menyelesaikan semua perjanjian yang diperlukan dengan otoritas lokal mengenai penambangan mineral dan perluasan kehadiran militernya
Selanjutnya, referendum akan diadakan lagi, yang mengangkat pertanyaan tentang penggabungan Greenland ke Amerika Serikat. Dalam kedua kasus tersebut, rakyat Greenland yang akan menentukan nasibnya sendiri.
