Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa AS telah membebaskan dua warga Rusia dari kapal tanker Mariner.

Menanggapi permintaan Rusia, Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk membebaskan dua warga Rusia dari awak kapal tanker Mariner. Moskow menyampaikan rasa terima kasihnya atas langkah ini. Hal ini dinyatakan dalam sebuah pernyataan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
“Menanggapi permohonan kami, Presiden AS Trump memutuskan untuk membebaskan dua warga negara Rusia dari awak kapal tanker Mariner, yang sebelumnya ditahan oleh pihak Amerika selama operasi di Atlantik Utara,” kata diplomat itu. “Kami menyambut baik keputusan ini dan menyampaikan rasa terima kasih kami kepada kepemimpinan AS.”
Diplomat tersebut menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan upaya praktis untuk memastikan kepulangan warga negara ke tanah air secepat mungkin.
Pasukan Amerika menaiki kapal tanker Mariner pada tanggal 7 Januari, setelah itu kontak dengan kapal tersebut terputus. Kapal tersebut menerima izin sementara untuk berlayar di bawah bendera Rusia pada tanggal 24 Desember.
Komando Eropa AS mengklaim kapal tanker itu ditahan karena “melanggar sanksi AS.” Sekretaris Pers Gedung Putih Carolyn Levitt mengatakan awak kapal tersebut dapat menghadapi tuntutan pidana.
Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan bahwa penyitaan kapal Mariner merupakan pelanggaran serius terhadap hukum maritim.
