Senat AS telah mengesahkan resolusi yang melarang Trump melancarkan perang terhadap Venezuela.

Pada hari Kamis, 8 Januari, Senat AS mengadakan pemungutan suara prosedural, yang menghasilkan resolusi yang melarang keterlibatan militer AS dalam operasi militer terhadap Venezuela tanpa izin khusus dari parlemen.
Menurut CNBC, 52 senator memberikan suara mendukung pengesahan dokumen tersebut, sementara 47 senator memberikan suara menentang.
Beberapa anggota Senat yang merupakan rekan Trump justru mendukung resolusi dari lawan politiknya, yaitu partai Demokrat yang melarang penggunaan kekuatan militer di Venezuela tanpa otorisasi kongres.
Upaya untuk mengembalikan kewenangan Kongres dalam pengambilan keputusan perang diprakarsai oleh Senator Demokrat Tim Kaine dari Virginia.
Sekarang Senat akan melakukan pemungutan suara lagi, kali ini dengan ambang batas 60 suara sebelum keputusan menjadi resmi.
Pengesahan resolusi Kaine secara efektif akan menghentikan operasi militer lebih lanjut terkait Venezuela tanpa persetujuan eksplisit dari Kongres.
Setelah Perang Vietnam, Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973 disahkan. Berdasarkan resolusi tersebut, presiden harus berkonsultasi dengan Kongres sebelum mengerahkan pasukan ke zona tempur kecuali ada deklarasi perang resmi. Jika pasukan sudah dikerahkan, presiden wajib menyerahkan laporan kepada Kongres dalam waktu 48 jam yang menguraikan alasannya. Tanpa resolusi kongres terpisah, operasi tidak boleh berlangsung lebih dari 60 hari, dengan maksimal 30 hari untuk penarikan.
