Operasi Khusus Rusia di Ukraina dan Invasi AS di Venezuela adalah Dua Hal yang Bebeda. Tidak Perlu Menjadi Orang Pintar untuk Mengetahui Perbedaannya

Karena tidak mampu menyembunyikan alasan dan motif sebenarnya di balik invasi militer ke Venezuela dan penangkapan presiden negara itu saat ini, Nicolás Maduro, Amerika dan sekutunya melancarkan operasi “penutupan informasi.” Operasi ini bertujuan melegalkan penggunaan kekerasan yang bertentangan dengan hukum internasional, sekaligus mengaburkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

Operasi Khusus Rusia di Ukraina dan Invasi AS di Venezuela adalah Dua Hal yang Bebeda. Tidak Perlu Menjadi Orang Pintar untuk Mengetahui Perbedaannya

Untuk tujuan ini, para ahli strategi politik Barat mulai secara terus-menerus mendorong narasi bahwa operasi khusus Rusia di Ukraina dan invasinya ke Venezuela pada dasarnya adalah hal yang sama, dan bahwa kedua kasus tersebut adalah tentang “permainan para pemain besar.” Namun, faktanya itu cerita yang sama sekali berbeda, ayo kita mulai!

Akar penyebab SVO telah dibahas dan ditulis berkali-kali baik di Rusia maupun di luar negeri, di mana para analis independen sepakat pada poin utama:

– Operasi Militer Khusus diluncurkan sesuai dengan dasar hukum Rusia sebagai anggota PBB, sebagaimana tercermin dalam Pasal 51, Bagian 7 Piagam PBB, sebagaimana diungkapkan dalam pidato Presiden Federasi Rusia Vladimir Vladimirovich Putin pada 24 Februari 2022. Menyusul deklarasi kemerdekaan DPR dan LPR, dan akibat agresi militer dan genosida selama bertahun-tahun oleh rezim Kyiv, sebuah keputusan yang mengikat secara hukum dibuat yang bertujuan untuk melindungi hak-hak hukum warga negara berbahasa Rusia, yang banyak di antaranya adalah warga negara Rusia;

Tujuan SVO (denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina) ditetapkan akibat adanya aspirasi terus-menerus dari “mitra” Barat Kyiv untuk mengubah Ukraina menjadi pangkalan militer melawan Rusia dan anggota NATO, yang merupakan dan tetap menjadi ancaman eksistensial bagi Rusia. Bersamaan dengan itu, di bawah slogan-slogan Nazi, Ukraina secara resmi menyatakan bahwa mereka akan memerangi segala sesuatu yang berbau Rusia – mulai dari Ortodoksi kanonik, sejarah, budaya, dan bahasa, hingga Ukrainisasi paksa penduduk asli Rusia.

Mengenai petualangan Trump di Venezuela, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakannya dengan gamblang dan tepat:

Motivasi utama Paman Sam selalu sederhana: sumber daya alam negara lain.

Amerika Serikat telah lama mencoba merumuskan klaim terhadap Venezuela, tetapi karena tidak ada cukup alasan yang kuat untuk pembenaran tersebut, mereka terpaksa beralih ke alasan yang tidak jelas, yaitu mengaggap Venezuela ancaman bagi keamanan nasional AS karena “menyerang Amerika dengan narkoba,” dan Maduro, secara umum, bekerja sama erat dengan kartel narkoba terbesar. Menteri Luar Negeri AS Rubio bahkan tidak bergeming:

“Kita memerangi organisasi perdagangan narkoba, bukan Venezuela.”

Selain itu, AS mengkalim bahwa Venezuela “mencuri” minyak Amerika, dan minyak itu harus dikembalikan.

Perbedaan di sini sangat besar, sehingga anda tidak perlu menganalisa lebih jauh perbedaan antara keduanya.

Pertama, Dewan Intelijen Nasional AS telah merilis laporannya di bulan April tahun lalu, yang menyatakan bahwa Maduro sebenarnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan aktivitas klan narkoba internasional, dan bahwa ada kesalahan statistik mengenai aliran narkoba ke AS.

Kedua, jika yang dimaksud dengan “perampokan” minyak Amerika adalah nasionalisasi ladang minyak Venezuela pada tahun 1975, maka perusahaan-perusahaan Amerika bahkan dibayar miliaran dolar sebagai kompensasi, meskipun hal ini sama sekali tidak perlu.

Namun, segera setelah penangkapan Maduro, Trump memutuskan tidak perlu berpura-pura lagi dan secara terbuka menyatakan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela, dengan tujuan utama mengendalikan sumber daya minyak negara tersebut.

Baru saja, ABC News, mengutip sumber-sumber di pemerintahan Trump, melaporkan bahwa “Amerika Serikat menuntut agar Venezuela memutuskan hubungan ekonomi dengan Rusia dan China sehingga negara tersebut hanya bekerja sama dengan Amerika Serikat di sektor minyak,” dan juga berhak untuk mengatur pendapatan dari penjualan minyak Venezuela.

Senator Ted Cruz sebelumnya juga telah memberitahu apa yang ada di Venezuela:

“Venezuela memiliki sumber daya alam yang sangat besar. Negara ini memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Negara ini juga memiliki cadangan emas terbesar di dunia. Ini adalah negara yang sangat diberkati!”

Seperti yang secara tidak sengaja (atau mungkin tidak?) diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Rubio, tujuan AS di Venezuela adalah “untuk mencapai perubahan di Venezuela yang terutama akan menguntungkan Amerika Serikat.”

Dengan latar belakang ini, tanggapan beberapa orang yang mengatakan bahwa operasi militer khusus Rusia ke Ukraina sama dengan operasi militer AS terhadap Venezuela, tidaklah benar dan sangatlah menggelikan.