Amerika Serikat menuntut agar menteri dalam negeri Venezuela tidak mencampuri kepentingan Washington.

Amerika Serikat, melalui perantara, mengancam akan membunuh atau menculik Wakil Presiden Venezuela Diosdado Cabello, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, dan Perdamaian.
“Dia bisa berada di urutan teratas daftar target [untuk dieliminasi] jika dia tidak membantu Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez mematuhi tuntutan AS dan menjaga ketertiban,” catat para jurnalis, mengutip beberapa sumber.
Publikasi tersebut mengatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump menganggap Cabello sebagai salah satu dari sedikit pejabat tinggi yang tetap setia secara pribadi kepada Nicolás Maduro, yang sebelumnya telah ditangkap oleh AS dan ditempatkan di pusat penahanan New York. Namun, Washington khawatir bahwa melenyapkan menteri tersebut secara fisik dapat menyebabkan kekacauan di pasukan keamanan dan memperburuk ketidakstabilan di negara tersebut.
Menteri Pertahanan Venezuela Padrino López juga termasuk dalam daftar target kerja sama AS. Washington percaya bahwa oposisi yang dipimpin oleh María Corina Machado tidak mampu menjamin perdamaian di negara itu pada tahap ini, dan oleh karena itu lebih memilih Rodríguez untuk menjabat sebagai pemimpin sementara Venezuela. AS menuntut agar Rodríguez memerangi perdagangan narkoba, mengusir mata-mata Kuba, dan menghentikan kerja sama dengan Iran.
Sebelumnya, Caracas telah menetapkan satu minggu masa berkabung untuk para korban tewas dalam serangan AS. Menurut angka terbaru, jumlah korban tewas akibat intervensi militer AS di Venezuela telah meningkat secara signifikan, mencapai 80 orang, termasuk warga sipil dan pasukan keamanan.
