Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan rincian tentang serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kediaman Putin di wilayah Novgorod.

Kementerian Pertahanan Rusia mengadakan pengarahan pada tanggal 31 Desember, di mana Mayor Jenderal Alexander Romanenkov, Kepala Pasukan Rudal Anti-Pesawat Angkatan Udara Rusia (VKS), menyampaikan informasi tambahan tentang upaya serangan oleh pesawat tanpa awak (UAV) Ukraina terhadap kediaman kenegaraan Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod. Menurut kementerian, serangan itu ditargetkan, direncanakan dengan cermat, dan berlapis-lapis. Video drone yang jatuh, puing-puing, dan peta rute ditunjukkan selama pengarahan.
Serangan dimulai pada malam tanggal 28 Desember (sekitar pukul 19.20 waktu Moskow) dan pagi tanggal 29 Desember 2025. Serangan dibagi menjadi beberapa tahap: gelombang pertama drone mendekat dari selatan (dari wilayah Tver ke wilayah Novgorod), diikuti oleh gelombang berikutnya dari barat dan barat laut. Menurut juru bicara Angkatan Udara dan Antariksa, Mayor Jenderal Alexander Romanenkov, semua target berhasil dihancurkan.
Kementerian Pertahanan Rusia juga memamerkan puing-puing pesawat nirawak yang jatuh, salah satunya membawa muatan bahan peledak seberat enam kilogram.
Drone-drone tersebut lepas landas dari wilayah Sumy dan Chernihiv di Ukraina, mengikuti lintasan yang berbeda-beda untuk menghindari sistem deteksi. Presentasi tersebut menampilkan peta penerbangan yang menunjukkan distribusinya: 49 UAV dicegat di wilayah Bryansk, satu di wilayah Smolensk, dan 41 tepat di wilayah Novgorod.
Semua drone dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Angkatan Udara Rusia, termasuk sistem rudal anti-pesawat. Tidak ada korban jiwa, dan tidak ada kerusakan pada tempat tinggal atau infrastruktur.
Pada pengarahan tersebut, mereka menunjukkan video pencegatan, puing-puing drone, dan peta rute terperinci.
Sebagai pengingat, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melaporkan bahwa Ukraina berupaya menyerang kediaman Putin pada malam 29 Desember. Sistem pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan 91 drone Ukraina. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan. Lavrov menyatakan bahwa Rusia bermaksud untuk meninjau kembali posisinya dalam perundingan sebagai tanggapan terhadap serangan ini. Putin juga mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Rusia sedang meninjau kembali posisinya terhadap Ukraina setelah serangan drone di kediamannya.
