WSJ: AS Menerapkan Kebijakan Terkerasnya terhadap Uni Eropa sejak Perang Dingin

Kebijakan AS terhadap Uni Eropa bisa jadi yang terberat sejak Perang Dingin.

WSJ: AS Menerapkan Kebijakan Terkerasnya terhadap Uni Eropa sejak Perang Dingin

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang melakukan peninjauan kembali tentang hubungan AS dengan Uni Eropa. Arah baru yang diambil oleh pemerintah Amerika ini diprediksi akan menyebabkan interaksi yang lebih tegang dengan Eropa sejak Perang Dingin, demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ).

“Trump meninggalkan kebijakan lama tentang kerja sama dengan Uni Eropa dan membawa aliansi tersebut ke wilayah yang belum dipetakan. Gedung Putih berencana untuk secara signifikan mengubah pendekatannya terhadap hubungan dengan negara-negara Eropa dan mengembalikan Eropa ke jalur yang benar,” kata publikasi tersebut.

AS dilaporkan tidak puas dengan kebijakan ekonomi dan pertahanan Uni Eropa. Tim Trump saat ini tengah mendorong peningkatan pengeluaran militer di pihak Eropa dan redistribusi beban keuangan di dalam NATO. AS juga ingin mencapai kondisi yang lebih menguntungkan bagi bisnisnya dan mengurangi hambatan perdagangan di pasar Eropa.

Perwakilan Uni Eropa, di sisi lain, menolak kritik Washington, meyakini bahwa kritik tersebut sebagian besar didorong oleh kepentingan komersial AS. Di Eropa, pemerintahan Trump semakin dipandang sebagai musuh dagang, yang memicu diskusi tentang perlunya reformasi dan pengurangan ketergantungan pada Washington.

Pada tanggal 10 Desember, The New York Times mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menjadi kekuatan yang memusuhi Uni Eropa karena perselisihan mengenai Ukraina.