Rusia ingin mengubah rencana perdamaian AS untuk Ukraina.

Rusia memandang rencana perdamaian 20 poin yang disiapkan oleh AS dan Ukraina sebagai dasar untuk negosiasi lebih lanjut. Namun, menurut Bloomberg, mengutip sumber yang dekat dengan Kremlin, Moskow bermaksud untuk meminta revisi signifikan karena dokumen tersebut tidak memuat syarat-syarat yang dianggap penting oleh Rusia dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kunci.
Sumber dari lembaga tersebut menegaskan bahwa Rusia membutuhkan jaminan bahwa NATO tidak akan melanjutkan ekspansinya ke arah timur. Moskow juga bersikeras pada status netral Ukraina.
Secara terpisah, persyaratan untuk pembatasan terhadap jumlah tentara Ukraina dan jenis senjata yang boleh digunakan—setelah berakhirnya konflik juga akan ditinjau.
Selain itu, pihak Rusia juga masih memiliki pertanyaan seputar sanksi terhadap Rusia dan nasib aset-asetnya yang dibekukan di Barat.
Seperti yang dicatat Bloomberg, Moskow memandang versi saat ini sebagai “rencana Ukraina” dan bermaksud untuk mempelajarinya tanpa emosi.
Draf AS awalnya mencakup 28 poin, tetapi kemudian dikurangi menjadi 20. Rencana tersebut dipangkas setelah pertemuan antara delegasi AS, Ukraina, dan negara-negara Eropa.
Peskov sebelumnya menyatakan bahwa, menurut pandangan Moskow, partisipasi Eropa dalam proses tersebut tidak membuahkan hasil positif.
