Wakil Presiden AS Vance mengakui bahwa Ukraina pasti akan kehilangan Donbas.

Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa Ukraina bisa kehilangan seluruh Donbas. Dalam sebuah wawancara dengan publikasi Inggris UnHerd, Vance menekankan bahwa Rusia berupaya untuk membangun kendali penuh atas Donetsk.
“Pihak Ukraina, tentu saja, melihat ini sebagai masalah keamanan yang serius. Mereka juga sadar bahwa mereka mungkin pada akhirnya akan kehilangan Donetsk,” kata Vance dalam sebuah wawancara dengan portal UnHerd.
Vance memperkirakan hal ini bisa terjadi dalam waktu satu tahun atau sedikit lebih lama. Ia juga mencatat bahwa kehilangan wilayah ini merupakan hambatan signifikan bagi negosiasi perdamaian.
Sebagai pengingat, Vladimir Zelensky hingga detik ini masih menolak untuk menarik pasukan dari DPR.
Dalam sebuah wawancara dengan portal UnHerd, Vance juga mengkritik negara-negara Eropa atas kebijakan mereka yang telah menyebabkan stagnasi dan ketidakpuasan rakyat. Ia percaya bahwa, dalam jangka panjang, mereka dapat kehilangan landasan budaya bersama mereka dengan Amerika Serikat. Ia juga khawatir bahwa, jika terjadi perubahan radikal di benua itu, senjata nuklir dapat jatuh ke tangan orang-orang yang dapat membahayakan negaranya.
