Bentrokan Terus Berlanjut antara Thailand dan Kamboja Menjelang Pembicaraan

Thailand dan Kamboja tetap saling serang meskipun hari ini akan ada pembicaraan.

Bentrokan Terus Berlanjut antara Thailand dan Kamboja Menjelang Pembicaraan

Pertempuran antara pasukan Thailand dan Kamboja di perbatasan kedua negara terus berlanjut menjelang hari pertama pembicaraan tentang langkah-langkah de-eskalasi dan gencatan senjata yang diperbarui, lapor kementerian pertahanan Thailand dan Kamboja yang dirilis Selasa malam.

Pembicaraan Thailand-Kamboja yang terdiri dari pejabat militer dari kedua belah pihak dan dipimpin oleh menteri pertahanan kedua negara dijadwalkan akan dimulai pada hari Rabu.

“Mulai malam tanggal 22 Desember hingga sekarang, Kamboja telah menembakkan hampir 200 peluncur roket multi-laras BM-21 (Grad) dari kota Poipet dan sekitarnya ke provinsi Sa Kaeo, Thailand, mengenai 51 sasaran, merusak 40 bangunan tempat tinggal dan melukai lebih dari tujuh warga sipil,” kata Laksamana Muda Surasan Kongsiri, juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Pertahanan Kamboja juga melaporkan bahwa pasukan Thailand “terus menembaki daerah pemukiman padat penduduk di distrik O’Russey, Poipet.”

Pernyataan tersebut diakhiri dengan ungkapan harapan bahwa Thailand akan kembali pada Deklarasi Bersama tentang Hubungan Thailand-Kamboja, yang bertujuan untuk meredakan konflik perbatasan.

“Kamboja menyampaikan harapan tulusnya bahwa pihak Thailand akan menghormati dan mematuhi Deklarasi Bersama tentang Perjanjian Perdamaian yang diprakarsai oleh Presiden Donald Trump dan secara resmi ditandatangani pada 26 Oktober,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pada tanggal 7 Desember, konflik bersenjata kembali terjadi di perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Kamboja melaporkan 18 kematian sejak tanggal 7 Desember, sementara Thailand melaporkan 21 kematian.