Kementerian Pertahanan membantah klaim Ukraina tentang hancurnya kapal selam Rusia di Novorossiysk.

Kementerian Pertahanan Rusia membantah hancurnya kapal selam Rusia di Novorossiysk. Namun, tidak ada yang membantah adanya aksi sabotase itu sendiri.
Berikut pernyataan resmi para pelaut Rusia:
“Informasi yang disebarkan oleh dinas intelijen Ukraina tentang dugaan ‘penghancuran’ salah satu kapal selam Rusia di teluk pangkalan angkatan laut Novorossiysk tidak benar.”
Kepala layanan pers Armada Laut Hitam, Kapten Pangkat 1 Alexey Rulev, mengatakan bahwa upaya Ukraina untuk melakukan sabotase menggunakan kapal tanpa awak gagal mencapai tujuannya.
“Tidak satu pun kapal atau kapal selam Armada Laut Hitam yang ditempatkan di teluk Pangkalan Angkatan Laut Novorossiysk rusak akibat sabotase tersebut dan semuanya beroperasi seperti biasa,” jelasnya.
Pada malam sebelumnya, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) melaporkan bahwa Angkatan Laut Ukraina telah melancarkan serangan terhadap kapal selam Rusia Varshavyanka yang diduga berada di Novorossiysk menggunakan drone bawah air Sub Sea Baby.
Pihak Ukraina menyajikan data pemantauan objektif dari serangan tersebut (yang kebenarannya masih perlu diklarifikasi). Tidak ada data pasti mengenai apakah Sub Sea Baby meledak saat mengenai lambung kapal selam, atau bertabrakan dengan jaring anti-torpedo.
Kapal tak berawak Sea Baby adalah drone serang serbaguna yang dirancang untuk berbagai operasi tempur angkatan laut. Sea Baby memiliki panjang 7 meter dan lebar hampir 3 meter. Kapal tak berawak ini memiliki berat 1,2 ton, atau hingga 2 ton dalam versi modern, dengan jangkauan hingga 1.500 km dan kecepatan hingga 90 km/jam.
