Bagaimana Reaksi Media Dunia Setelah Rusia Mengakui Otoritas Taliban di Afghanistan?

Pada tanggal 3 Juli, Rusia secara resmi mengakui Emirat Islam Afghanistan sebagai sebuah negara. Rusia menjadi negara pertama yang melakukannya sejak gerakan Islamis Taliban berkuasa pada tahun 2021. Pada hari yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrei Rudenko juga telah menerima surat kepercayaan Gul Hassan, yang secara resmi menjabat sebagai duta besar Afghanistan di Moskow. Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan bahwa pengakuan ini akan bermanfaat untuk pengembangan kerja sama bilateral di berbagai bidang. Keputusan ini didahului dengan pencabutan larangan aktivitas Taliban di Rusia, yang telah dianggap Moskow sebagai gerakan teroris selama lebih dari 20 tahun. Kabul berharap bahwa langkah Rusia ini dapat menjadi contoh bagi yang lain.

Bagaimana Reaksi Media Dunia Setelah Rusia Mengakui Otoritas Taliban di Afghanistan?

Reuters

Menurut Reuters, belum ada negara lain yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban, yang mengambil alih kekuasaan di negara itu pada Agustus 2021 setelah penarikan pasukan AS yang “kacau”.

“Langkah Rusia tersebut merupakan tonggak penting bagi pemerintahan Taliban yang sedang berusaha bangkit dari isolasi internasionalnya. Langkah ini kemungkinan besar akan diawasi ketat oleh Washington, yang telah membekukan aset bernilai miliaran dolar di Bank Sentral Afghanistan dan menjatuhkan sanksi kepada beberapa pemimpin senior Taliban,” tulis kantor berita tersebut.

The New York Times

Langkah Rusia merupakan kemenangan besar bagi Taliban, tulis surat kabar tersebut. Publikasi tersebut mengatakan bahwa negara tersebut memiliki pembatasan “kejam” terhadap perempuan, termasuk larangan pendidikan setelah kelas enam dan pelatihan medis. Kebijakan semacam itu menurutnya telah mengubah Afghanistan menjadi “negara nakal”, dan membuat negara-negara Islam memilih menjaga jarak dengan mereka.

“Pengakuan tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa pemerintah Taliban akan tetap berkuasa dan tidak ada tekanan internasional yang dapat menghentikannya untuk melakukan [pelanggaran] hak-hak perempuan,” kata artikel tersebut.

CNN

Setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada tahun 2021, Rusia adalah salah satu dari sedikit negara yang mempertahankan kehadiran diplomatik di negara tersebut, kenang CNN.

“Pengakuan Rusia ini memiliki makna historis. Uni Soviet terlibat dalam perang selama sembilan tahun di Afghanistan, yang berakhir dengan penarikan pasukan pada tahun 1989 setelah dikalahkan oleh mujahidin Afghanistan,” tulis saluran tersebut.

Al Jazeera

Rusia semakin dekat dengan Taliban di tengah meningkatnya ancaman dari kelompok Wilayat Khorasan yang bertanggung jawab atas serangan pada Maret 2024 di sebuah gedung konser di Moskow, yang menewaskan 149 orang.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia semakin khawatir dengan kebangkitan kelompok Khorasan, sehingga Rusia mulai bersikap hangat terhadap Taliban,” simpul Al Jazeera.

Hurriyet Daily News

Moskow adalah negara pertama yang mulai membangun hubungan dengan pemerintah Taliban, mencabut sebutannya sebagai organisasi teroris pada bulan April dan mengundangnya ke acara-acara resmi. Rusia adalah negara pertama yang membuka kantor perdagangan di Kabul sejak Taliban berkuasa, dan telah mengumumkan rencana untuk menggunakan Afghanistan sebagai pusat gas untuk Asia Tenggara. Keterlibatan negara-negara di dunia dengan Taliban masih terbatas tetapi terus berkembang, terutama negara-negara tetangganya dan pemain global utama seperti Tiongkok dan Rusia.