Trump: Ukraina Boleh Memiliki Pasukan Penjaga Perdamaian

Trump mendukung pengerahan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina berdasarkan kesepakatan semua pihak.

Trump: Ukraina Boleh Memiliki Pasukan Penjaga Perdamaian

Presiden AS Donald Trump mendukung pengerahan pasukan penjaga perdamaian di Ukraina.

“Kita membutuhkan pasukan penjaga perdamaian dalam bentuk yang dapat diterima oleh semua orang,” kata Trump, yang dikutip oleh sekelompok wartawan Gedung Putih.

Sebelumnya, surat kabar Telegraph, mengutip sumber di pemerintahan Inggris, melaporkan bahwa para pemimpin Inggris Raya dan Prancis secara diam-diam sedang membahas pengerahan bersama “pasukan penjaga perdamaian” ke Ukraina setelah berakhirnya konflik. Sumber tersebut mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer “belum sepenuhnya” condong pada inisiatif tersebut, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron terus mempromosikan gagasan pengiriman pasukan ke Ukraina, yang sebelumnya telah dibahas dengan Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk.

Trump sendiri sebelumnya menyatakan bahwa dia tidak keberatan dengan kehadiran pasukan Eropa di Ukraina sebagai pasukan penjaga perdamaian setelah berakhirnya konflik.

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, pada konferensi pers setelah pertemuan dengan perwakilan Washington di Riyadh, menyatakan bahwa kehadiran kontingen asing dari negara-negara NATO di Ukraina tidak dapat diterima oleh Moskow.