NYP mengatakan bahwa penyerang Trump ‘sangat buruk dalam menembak’.

Foto dari media sosial
Kita semua tau, bahwa tersangka penembakan terhadap calon presiden AS Donald Trump adalah Warga Pennsylvania, bernama Thomas Matthew Crooks, namun taukah anda bahwa pria tersebut pernah mengikuti seleksi untuk sebuah tim penembak di sekolah dan ia gagal dalam seleksi itu? Berikut adalah laporan yang ditulis oleh The New York Post yang mengutip dua mantan teman sekelasnya.
Pada saat itu, seleksi dilakukan di sebuah lapangan tembak yang lebarnya sekitar enam meter dan jarak sasarannya adalah 50 meter, terdapat tujuh jalur penembak. Crooks menembak dari jalur paling kanan dan hanya sekali mengenai dinding kiri jangkauan, meleset hampir enam meter.
“Itu merupakan pukulan yang sangat buruk baginya, sehingga dia tidak masuk tim dan berhenti setelah hari pertama seleksi,” kata salah satu mantan siswa, Jameson Murphy.
Orang lain yang diwawancarai oleh NYP menggambarkan Crooks sebagai seorang penyendiri. Seorang pria aneh dengan pakaian berburu, dan “tidak tahu cara menembak sama sekali.”

Foto dari media sosial
Pelatihnya yang merupakan seorang penembak jitu berpengalaman sangat mengkhawatirkan perilaku Crooks pada saat itu, kata para siswa. Mereka mengatakan bahwa Crooks sering berinteraksi secara aneh dengan orang lain dan mengatakan hal-hal yang mengganggu dan tidak pantas, terlebih lagi pada saat itu ia memiliki senjata.
Namun, pada saat yang sama, teman sekelas SMA Croocks lainnya yang diwawancarai oleh New York Times mengatakan bahwa dia tidak mengingat sesuatu yang mencurigakan tentang Crooks. Mereka justru menggambarkan Croocks sebagai seorang pemuda cerdas dan hanya memiliki sedikit teman. Staf di panti jompo tempat Crooks bekerja juga memiliki kesan yang sama.

Foto dari media sosial
Sejauh ini penyelidik belum menemukan bukti yang cukup bahwa pemuda tersebut memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia politik, meski laporan mengatakan bahwa dia terdaftar sebagai pemilih Partai Republik, dan pernah memberikan sumbangan kepada Partai Demokrat. Salah satu kenalannya, Zach Bradford yakin bahwa pandangan Crooks “sedikit sayap kanan”. Namun, NYP setelah mempelajari akun Crooks di Internet, menyatakan bahwa Croocks adalah orang yang suka bermain catur, video game, dan belajar pemrograman.
Upaya pembunuhan terhadap Trump terjadi pada rapat umum di Pennsylvania, beberapa menit setelah acara dimulai. Penembak melepaskan delapan tembakan, salah satu pelurunya mengenai telinga Trump. Setelah dibawa ke dokter, dia mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Satu penonton tewas dan dua lainnya luka-luka dalam tragedi tersebut. Crooks kemudian ditembak mati di tempat oleh petugas keamanan acara.
FBI masih yakin bahwa pria itu bertindak sendirian. Sedangkan pihak tertuduh, yaitu Presiden saat ini Joe Biden, justru mengungkapkan kata-kata dukungannya kepada Trump.
