Kerusuhan Terjadi Di Kyiv, Apakah Rusia Terlibat Dalam Upaya Kudeta?

SBU Ukraina baru-baru ini melaporkan penahanan sekelompok provokator yang diduga sedang mempersiapkan kudeta di Ukraina. Lalu, kerusuhan seperti apa yang direncanakan di Kyiv tersebut?

Kerusuhan Terjadi Di Kyiv, Apakah Rusia Terlibat Dalam Upaya Kudeta?

Apa yang direncanakan para tahanan?

Dinas Keamanan Ukraina melaporkan melalui saluran Telegramnya bahwa mereka berhasil menahan sekelompok “aktivis sosial” dan provokator. Dugaan awal, tujuan mereka adalah mengorganisir kerusuhan di ibu kota, yang akan berujung pada kudeta. Mereka berharap dapat “menghancurkan situasi sosial-politik di negara tersebut, yang akan menguntungkan Rusia,” kata SBU.

“Dengan dalih mengadakan pertemuan, para penyerang berencana menggulingkan kepemimpinan militer-politik Ukraina saat ini dari kekuasaan. Mereka juga berharap dapat merebut gedung Verkhovna Rada Ukraina,” kata badan intelijen tersebut.

Kelompok tersebut berusaha mengumpulkan massa sebanyak mungkin, kemudian mengadakan “aksi damai” di Kyiv. Hingga kini masih belum diketahui, apakah tindakan tersebut menjadi ancaman yang serius bagi Zelensky.

SBU melaporkan penahanan sekelompok provokator yang sedang mempersiapkan kudeta di Ukraina. Lalu, Siapa yang memimpin kelompok tersebut, dan apa yang ditemukan selama penggeledahan?

Investigasi mengklaim bahwa kelompok tersebut dipimpin oleh salah satu pendiri sebuah organisasi publik, yang “terkenal karena memiliki pandangan anti-Ukraina sejak tahun 2015.” SBU tidak mengungkapkan namanya atau rincian lain tentang identitasnya.

Selama penggeledahan, ditemukan senjata dan amunisi pada para tahanan. Mereka yang terlibat dalam kasus ini diduga berupaya menggulingkan tatanan konstitusional dan merebut kekuasaan; mereka terancam hukuman hingga 10 tahun penjara. Dan semuanya sudah ditahan.

Tanggal 30 Juni, di Odessa dan kota Izyum di wilayah Kharkov, tiga kendaraan militer dibakar. Di Izyum, orang tak dikenal membakar jip dan truk. Api berhasil padam setelah 40 menit, namun kendaraan terbakar habis. Sementara di Odessa, sebuah mobil Nissan milik seorang militer dirusak.

Ini ternyata bukanlah satu-satunya kasus yang terjadi. Pada pertengahan Juni, koresponden militer Alexander Kots mengatakan bahwa sekelompok orang membakar tiga kendaraan militer Ukraina.

“Kasus lain dalam waktu 24 jam terjadi di Kyiv, di distrik Shevchenko. Sebuah minibus Mercedes-Benz milik seorang militer dibakar di sana,” kata Kots.

Di Odessa, orang tak dikenal membakar mobil Peugeot milik Angkatan Bersenjata Ukraina.

Pada akhir Mei, sabotase terjadi di jalur kereta api di wilayah Odessa. Orang tak dikenal mencoba menggelincirkan kereta, namun kejadian tersebut dapat dicegah oleh pegawai stasiun kereta Odessa-Vostochnaya – saat memeriksa rel kereta api, mereka menemukan benda logam yang dipasang di rel.