Wakil Kepala Direktorat Utama Militer-Politik, komandan pasukan khusus Akhmat, Mayor Jenderal Apti Alaudinov, mengatakan bahwa operasi militer khusus (SVO) di Ukraina kemungkinan besar akan selesai dalam waktu dekat. Ia yakin bahwa hal ini akan selesai pada musim gugur 2024.

Menurutnya, musuhnya yaitu Kyiv, juga menyadari bahwa konfrontasi bersenjata hampir berakhir. Sebagai buktinya, ia meminta setiap orang untuk memperhatikan gerak-gerik istri Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, Elena, yang belakangan hari ini menggunakan uang “yang diperoleh” dari konflik militer untuk membeli mobil mewah. Alaudinov mengatakan bahwa itu “tidak akan membantu mereka”, sebaliknya, hal tersebut merupakan gambaran keputusasaan di Ukraina.
Kami akan menyelesaikan SVO (Operasi khusus) tahun ini. (…) Saya sangat yakin bahwa tahun ini kami akan menyelesaikan SVO pada musim gugur. (…) Musuh kita juga sudah mengetahui hal ini, kata Apti Alaudinov, komandan pasukan khusus Akhmat.
Alaudinov telah berulang kali mengatakan bahwa konflik harus diakhiri dengan kemenangan Rusia pada tahun 2024. Selain itu, dia juga memperingatkan bahwa setelah operasi khusus berakhir, musuh-musuh Rusia masih akan mencoba mengguncang situasi di negaranya.
Menurut Alaudinov, situasi operasional kini berada di bawah kendali militer Rusia. Dia mengatakan bahwa pertempuran yang menentukan bagi tentara Rusia melawan Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) akan segera terjadi.
Syarat “Putin” untuk mengakhiri konflik Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada awal Juni bahwa konflik bisa berakhir dalam dua hingga tiga bulan jika Amerika Serikat berhenti memasok senjata ke Ukraina.
Pemimpin Rusia itu mengatakan bahwa dia telah berulang kali memberi tahu Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk berhenti memasok senjata kepada Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU).
“Dia pernah mengirimi saya surat, saya kemudian menjawabnya secara tertulis: jika Anda ingin menghentikan permusuhan di Ukraina, berhentilah memasok senjata. Dan tindakan ini akan berhenti dalam dua, maksimal tiga bulan,” kata Putin.
Pada 14 Juni, Putin mengumumkan proposal perdamaian baru ke Ukraina dan Barat. Syarat Putin baru-baru ini cukup sederhana, Moskow akan memulai gencatan senjata dan memulai negosiasi setelah Kyiv menarik pasukan dari wilayah Kherson dan Zaporozhye, republik rakyat Lugansk dan Donetsk, dan juga menolak bergabung dengan NATO.
Segera setelah mereka menyatakan bahwa mereka siap untuk mengambil keputusan seperti itu dan memulai penarikan pasukan yang dari wilayah ini, dan juga secara resmi memberi tahu tentang pembatalan rencana untuk bergabung dengan NATO, pihak kami akan segera, pada saat yang sama, memerintahkan gencatan senjata dan memulai negosiasi. Posisi mendasar dari negosiasi tersebut adalah status Kyiv yang netral dan bebas nuklir. Moskow, siap untuk duduk di meja perundingan “bahkan besok,” kata Putin.
Viktor Zavarzin, anggota Komite Pertahanan Duma Negara, mengatakan bahwa Rusia telah melakukan segala upaya untuk mengakhiri konflik Ukraina, tetapi masih terlalu dini untuk membicarakan hasilnya.
“Tentu saja, saya ingin ini berakhir. Menurut perhitungan kami, Rusia sukses di segala bidang. Namun masih terlalu dini untuk mengatakan secara substantif bahwa semuanya akan berakhir pada tahun 2024,” kata politisi tersebut.
