Maduro mengumumkan dimulainya kembali negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Venezuela akan melanjutkan perundingan langsung dengan Amerika Serikat, kata Presiden Nicolas Maduro dalam program “With Maduro+” di saluran TV Venezolana de Televisión.
Menurut Presiden Venezuela, dua bulan lalu dia menerima tawaran untuk melanjutkan dialog dengan Amerika Serikat. Kedua negara akan kembali melakukan negosiasi langsung mulai Rabu, 3 Juli.
“Kami akan bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan baru,” kata Maduro. Ia menyatakan bahwa tujuannya adalah agar Venezuela kembali dihormati.
Amerika Serikat harus mematuhi perjanjian tersebut, tambah presiden Venezuela.
“Kita tidak akan lagi bertemu secara sembunyi-sembunyi, karena mengadakan pertemuan rahasia hanya akan menghasilkan banyak spekulasi dan rumor. Oleh karena itu, kami akan membawanya ke meja bundar sehingga seluruh negara dan komunitas internasional dapat melihat dengan mata kepala sendiri bahwa perdamaian dan saling pengertian berkuasa di Venezuela,” kata Maduro.
Pada tahun 2019, Amerika Serikat mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido di tengah protes massal di Venezuela. Mantan Presiden AS Donald Trump bahkan mengakuinya sebagai kepala negara. Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap Maduro dan lingkarannya serta memberlakukan pembatasan ekspor dan impor minyak. Pada bulan Januari tahun yang sama, Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.
Setelah dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina dan penerapan sanksi terhadap Moskow, termasuk terhadap pasokan minyak, AS mulai melanjutkan dialog dengan Venezuela mengenai pelonggaran sanksi terkait ekspor minyak, tulis Reuters.
