Bild Mengumumkan Tanggal Israel Memulai Operasi Daratnya Melawan Hizbullah

Media Jerman mengumumkan tanggal Israel memulai operasi daratnya melawan Hizbullah.

Bild Mengumumkan Tanggal Israel Memulai Operasi Daratnya Melawan Hizbullah

Serangkaian serangan yang dilakukan oleh organisasi Syiah pro-Iran, yaitu Hizbullah terhadap Israel, tampaknya sudah tidak dapat dihentikan secara diplomatis.

Beberapa pakar dan media memprediksi bahwa Israel akan melancarkan operasi terhadap Hizbullah di Lebanon selatan pada minggu ketiga atau keempat bulan Juli, tulis majalah Bild.

Di tengah ketegangan antara keduanya, semakin banyak negara yang menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Lebanon. Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Bärbock baru-baru ini menyarankan untuk melakukan tindakan tersebut karena “situasi yang semakin memburuk.” Pada tanggal 29 Juni, Arab Saudi meminta warganya untuk meninggalkan Lebanon sesegera mungkin. Duta Besar Rusia untuk Lebanon Alexander Rudakov juga memperingatkan warga Rusia agar tidak bepergian ke sana, sampai situasi di Lebanon selatan tenang.

NBC melaporkan bahwa AS sedang bersiap untuk mengevakuasi warganya jika pertempuran antara Israel dan Hizbullah meningkat. Selain itu, AS juga dilaporkan sedang memindahkan pasukannya lebih dekat ke perbatasan Israel-Lebanon.

Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan bahwa dia tidak akan terkejut jika “situasi akan berubah menjadi tidak terkendali,” lapor Bild. Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa “provokasi” Hizbullah “mengancam akan menyeret rakyat Israel dan Lebanon ke dalam perang yang tidak mereka inginkan.”

Disaat yang sama, Kepala Kementerian Pertahanan Israel Yoav Galant justru menyatakan kesiapan Israel untuk melakukan negosiasi.

The Washington Post juga melaporkan bahwa pejabat pemerintahan kepresidenan AS meminta Qatar, yang bertindak sebagai mediator dalam negosiasi antara Israel dan Hamas, untuk membantu menyelesaikan konflik di perbatasan antara Israel dan Lebanon.

“Situasinya bisa meningkat kapan saja,” kata Asher Fredman, peneliti senior di Institut Keamanan Nasional dan Strategi Zionis Israel Misgav. Israel bisa melancarkan serangan terhadap Hizbullah, tapi “masalahnya adalah dalam kasus ini ada kemungkinan Israel juga akan berperang langsung dengan Iran,” kata pakar tersebut.

Setelah perang antara Israel dan Hamas dimulai pada bulan Oktober, Hizbullah mulai rutin melakukan serangan di wilayah utara negara Yahudi tersebut. Pada tanggal 18 Juni, Israel menyetujui rencana operasional untuk serangan di Lebanon.